Rabu, 18 November 2009

Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untu menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing
Manajemen terdiri dari proses atau kegiatan yang dilakukan oleh pengelola perusahaan seperti merencanakan (menetapkan strategi, tujuan dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

adalah elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktifitas dengan menggunakan komputer

elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware perangkat lunak (software set instruksi dan perangkat keras (hardware

Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware). Contoh sederhananya, siapa yang akan menghidupkan komputer jika tidak ada manusia. Atau akan menjalankan perintah apa komputer tersebut jika tidak ada softwarenya.

Adanya perkembangan teknologi elektronika dan informatika telah memberikan perangkat tambahan pada sebuah komputer personal seperti:
- mouse suatu perangkat mekanik untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh manusia. Misalnya melakukan pengecatan mobil. Robot ini dilengkapi oleh perangkat mesin atau komputer baik sederhana maupun komplek yang mampu mengontrol gerakannya.
- modem alat bantu untuk mengubah data digital ke bentuk data voice atau sebaliknya sehingga data dari sebuah komputer dapat dikomunikasikan ke komputer lain melalui saluran telepon biasa, radio komunikasi ataupun stasiun bumi
soundcracd , bagian dari komponen komputer berupa kartu yang berfungsi untuk membangkitkan suara.
- videocard alat untuk menampilkan informasi ke layar monitor.
- kartu penerima televisi, alat untuk penangkap sinyal acara televisi.
- kartu penerima radio, alat untuk menerima gelombang radio.
- alat untuk penghubung dengan komputer jaringan.
- printer alat pencetak (
- alat penterjemah gambar cetakan

Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi tidak harus melibatkan komputer

Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer-Based Information System – CBIS)

Komponen CBIS : manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja, serta sesuatu

yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau

tujuan.

Gambaran Sistem Informasi

Sistem informasi telah banyak digunakan (diterapkan) di mana-mana (kantor, super market,

air port, bahkan di rumah-rumah – internet).

Sistem informasi telah banyak membantu manusia.

Macam-macam Sistem Informasi

Sistem reservasi pesawat terbang

Sistem Penjualan Kredit Kendaraan Bermotor

Sistem Biometrik – access limitation

Sistem POS (point-of-sale) – bar code

Sistem Telemetri (pemantauan jarak jauh)

Sistem berbasis Kartu Cerdas

Sistem yang dipasang pada tempat-tempat umum (public) yang memungkinkan seseorang

mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain.

Sistem layanan Akademik berbasis Web

Sistem pertukaran data elektronik (EDI)

E-gvernment

Sistem Informasi Sederhana

Kemampuan Utama Sistem Informasi

Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi.

Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan

cepat.

Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah

diakses.

Memungkinkan pengaksesan informasi dalam jumlah yang sangat banyak di seluruh dunia

dengan cepat dan murah.

Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok di suatu

tempat atau beberapa tempat yang berbeda.

Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia.

Mengotomasi proses-proses bisnis yang semi-otomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan


secara manual.

Mempercepat pengetikan dan editing.

Pembiayaan yang jauh lebih murah dari pada pengerjaan secara manual.

Sasaran-sasaran Bisnis yang didukung Kemampuan Sistem InformasiPenerapan ilmu/teknologi

Peningkatan produktifitas

Pengurangan biaya

Peningkatan Pengambilan Keputusan

Peningkatan Layanan terhadap pelanggan

Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis baru

Hubungan Sistem Informasi dengan

Pengguna

Interaksi SI & TI terhadap komponen

penting dalam Perusahaan


Empat Peranan penting Sistem Informasi dalam Perusahaan

Berpartisipasi dalam Pelaksanaan tugas-tugas

Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem

Mengkoordinasikan subsistem-subsistem

Mengintegrasikan subsistem-subsistem

Hubungan Perencanaan, Pengerjaan, dan Pengendalian

Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi tidak harus melibatkan komputer

Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer-Based Information System – CBIS)

Komponen CBIS : manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja, serta sesuatu

yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau

tujuan.

Definisi Sistem Informasi


Teknologi Informasi

Teknologi Informasi (Information Technology – IT) merupakan studi atau penggunaan

peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan (store), menganalisa (analyze),

dan menyebarkan (distribute) informasi apa saja, termasuk kata, bilangan dan gambar (Alter,

1992).

Lingkup Teknologi Informasi

6 Kelompok besar dari Sistem Informasi (Haag, 2000) :

Teknologi Masukan (input technology)

Teknologi Keluaran (output technology)

Teknologi Perangkat Lunak (Software technology)

Teknologi Penyimpan (storage technology)

Teknologi Telekomunikasi (telecommunication lane)

Mesin Pemroses (processing machine) / CPU

Peranan Teknologi Informasi

TI menggantikan peranan manusia. (TI melakukan otomasi terhadap tugas atau proses

TI memperkuat peran manusia, yaitu dengan menyajikan informasi terhadap tugas atau

proses

TI berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. (TI melakukan perubahan-

perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Beberapa alasan menggunakan TI

Secara signifikan meningkatkan pilihan

yang tersedia bagi perusahaan dan memegang

peranan penting dalam implementasi yang efektif terhadap setiap elemen strategi

pemasaran.

Mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena TI memberikan lebih

banyak informasi ke manajer melalui pemakaian sistem pengambilan keputusan.

TI memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam

organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer.

TI juga mempengaruhi antarmuka-antarmuka organisasi dengan lingkungan , seperti

pelanggan (customer) dan pemasok (supplier).

Contoh Pengaruh TI dalam Proses Bisnis

Aturan lama : Manajer membuat semua keputusan

Perangkat pendukung keputusan (akses database, perangkat lunak pemodelan)

Aturan baru : Pembuatan keputusan merupakan bagian pekerjaan setiap orang

Aturan lama : Hanya para experts yang bisa melaksanakan pekerjaan kompleks

Expert System

Aturan baru : Orang awam bisa melaksanakan pekerjaan seorang exper

TUJUAN PENDIDIKAN PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

Tujuan Pendidikan pada program studi Sistem Informasi menitikberatkan pada pengajaran dan pembinaan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, bermoral, memiliki wawasan dan inovasi yang luas, etika profesional serta mampu mengembangkan sistem informasi dengan mengimplementasikan teknologi informasi terkini pada beberapa bidang apliksi.

Program Studi Sistem Informasi bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan karakteristik:

  1. Mampu menganalisis, memformulasikan permasalahan dan mencari metode serta merancang model penyelesaian masalah yang terkait dengan pengembangan sistem informasi khususnya bidang asuransi dan keuangan, perbankan dan perencanaan sumber daya.
  2. Mampu membuat aplikasi program komputer yang merupakan bagian dari proses pengembangan sistem informasi terutama aplikasi berbasis web, sistem informasi bisnis, sistem informasi geografis dan jaringan.
  3. Mampu mengelola proses pengembangan sistem informasi.
  4. Mengetahui berbagai jenis model sistem informasi dan implementasinya serta mengukur kualitas dan kinerja sistem informasi.
  5. Mampu menggunakan alat bantu perancangan sistem informasi untuk meningkatkan kemampuan pengembangan sistem informasi.
  6. Mampu menerapkan ilmu dan teknologi basis data dalam pengembangan sistem informasi di berbagai bidang yang terkait.
  7. Memiliki tanggung jawab terhadap profesi dengan mengikuti isu sosial, profesional dan etika dalam penggunaan teknologi komputer.
  8. Memiliki landasan yang kuat sehingga dapat mempertahankan keahliannya dan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan ilmu sistem informasi.
  9. Mampu mengembangkan dan mengatur suatu wirausaha di bidang teknologi informasi.
  10. Mampu bersikap dan berperilaku sesuai norma kehidupan bermasyarakat dalam berkarya.
Diana Sopianti

Minggu, 08 November 2009

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Pengindraan Jauh merupakan ilmu dan seni dalam ekstraksi informasi mengenai suatu obyek, wilayah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh tanpa melaului kontak langsung dengan oyek, wilayah atau fenomena yang dikaji. Sedang SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan, untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.

Integrasi dari keduanya akan mengasilkan data yang akura dan efisien dalam hal waktu. Pemanfaatan prooduk pengindraan jauh diawali dengan menggunakan citra cetak yang diintrepetasikan secara manual dan visual yang kemudian berkembang dengan pesat.karena kelebihanya yaitu:
  1. Kemudahan analisis regional secara tepat karena dimungkinkanya synoptic overview pada satu lembar citra berukuran 60 X 60 km atau 180 X 185 km
  2. Kemudahan plotting ke peta dasar, karena tidak menggunakan banyak lembar dengan skala berbeda atau denga distorsi geometric yang berfariasi
Pemanfaatan SIG dimulai pada awal 1960 oleh Tomlinson (Marble dan Peuquet,1983), kemudian pada dekade 1970 negara di amerika twlah menggunakan SIG dalam pengelolaan sumber daya lahan dan perencanaan wilayah.Kemudian Daggermond (1982) mengawali untuk mengembangkan software SIG yang populer yaitu ARC/INFO. Yang kemudian berkembang hingga sekarang. Sistem pengelolaan citra satelit dapat memberikan masukan pada SIG berupa peta tematik hasil ekstraksi informasi dari citra digital dan fasilitas analisa spasial SIG mampu mempertajam kemampuan analisis pengelolaan citra, terutama dalam pemanfaatan data bantu untuk meningkatkan akurasi klasifikasi multispektral.

Jenis data yang digunakan untuk mempresentasikan fenomena di atas secara umum terdapat dua jenis data yaitu data untuk mempresentasikan aspek keruangan (data posisi)/data koordinat (data spasial) yang banyak digunakan dalam sistem perancangan atau yang biasa disebut CAD (Computer aided design) dan data yang kedua adalah jenis data yang mempresentasikan aspek deskriptif. Aspek deskriptif mencakup items dan propertis dan fenomena yang bersangkutan, hingga dimensi waktunya. Jenis data ini sering di sebut data atribut atau data non spasial

Sedangkan Sistem kartografi yang berbasis komputer atau yang biasa disebut CAC (Computer accosted cartographic). Sistem ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi antara lain: rekayasa teknik sipil, pemetaan digital, kartografi, dsb. Jenis data ang digunakan dalam sistem – sistem ini kebanyakan vektor.

Kemapuan dari sistem CAD adalah dalam hal pembuatan grafik, sketsa, diagram, digitasi peta, dan gambar rancangan, pemberian anotasi, pembentukan gambar 2 atau 3 dimensi dan beberapa analisis data spasial yang dimiliki oleh sistem CAD yang sangat bervariasi.
Selain digunakan oleh sistem CAD dan CAC, jenis data spasial juga digunakan dalam sistem pengindraan jauh. Yang membahas mengenai pengumpulan informasi mengenai suatu ojek, kejadian (fenomena) atau area melalui analisis data yang diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan peralatan yang sedemikian rupa yang menimbulkan kontak langsung dengan obyek, kejadian atau area yang diamati.

Seiring meningkatnya teknologi satelit pengindraan jauh yang membuat resolusi spasial dari tiap pixel data hasil perekaman citra sensor yang bersangkutan dapat mencapai puluhan bahkan belasan meter, misalnya citra landsat dan SPOT dan juga ada yang mencapai kurang dari satu meter misalnya citra quickbird dan ikonos. Sistem perekaman citra memiliki sifat yang sangat efektif dan efisien dalam waktu yang relatif singkat.

Jenis data yang digunakan dalam pengindraan jauh adalah data raster. Setap sistem pengindraan jauh memiliki kemampuan analisis data spasial sebagaimana CAD. Namun karena hanya menggunakan data spasial maka sistem CAD atau CAC maupun sistem pengolahan citra digital dalam pengindraan jauh hanya mampu menjawab pertanyaan spasial. Misalnya berapa jarak Malang – Surabaya, menetukan jarak terpendek,dan misalnya data penyangga adalah dengan jarak 100 m dari pinggir sungai, berapa rumah atau luas total area peermukiiman yang harus dibebaskan?

Sedangkan data atribut atau data non – spasial digunakan oleh sistem manejemen basis data, yang selanjutnya disebut DBMS (data base management system). Yang digunakan dalam bidang pendidikan, bisnis, teknik, manajemen,dsb. Kelamahan dari sistem ini hanya dapat peertanyaan atribut atau pertanyaan non – spasial. Misalnya berapa rupiah gaji total guru honorer. Dan perkembangan teknologi yang semakin ppesat menuntut analisis, penyimpanan, dan penyajian data yang berstruktur kompleks semakin mendesak diperlukan sistem informasi yang terintegrasi mampu mengolah data spasial maupun data atribut secara efektif dan efisisen. Dan Sistem informasi geografi (SIG) merupakan salah satu jawabanya

Kegiatan pengindraan jauh sangat erat kaitanya dengan survei – pemetaan, dan secara khusus pengelolaan citra digital pengindraan jauh merupakan sistem pengelolaan informasia spasial berbasis komputer, maka pemahaman dan pengertian SIG perlu ada pembahasan secara khusus.

Secara luas SIG adalah sistem manual dan atau komputer yang digunakan untuk mrngumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menghasilkan informasi yang mempunyai rujukan spasial atau geografis.

Burrough (1986) mendefinisikan SIG sebagai suatu himpunan alat yang digunakan untuk pengumpulan, penyimpanan, pengaktifan sesuai kehendak, pentransformasi, serta penyajian data spasial dari satu fenomena nyata di permukaan bumi untuk maksud – maksud tertentu.
Aronoff (1989) memberikan batasan SIG sebagai suatu sistem berbasis komputer yang memberikan empat kemampuan untuk menagani data bereferensi geografis, yakni masukan data, pengelolaan atau manajemen data (yang meliputi penyimpanan dan pengaktifan kembali), manipulasi dan analisis, serta hasil atau keluaran.
Perent (dalam Antenucci et al, 1991) menekankan aspek kemampuan SIG mmenghasilkan informasi baru dengan membatasinya sebagai suatu sistem yang memuat data dengan rujukan spasial yang dapat dianalisis dan dikonversi menjadi iinformasi untuk keperlauan tertentu.
Inti dari SIG adalah analisa data untuk mengahasilkan informasi baru
SIG telah banyak digunakan di berbagai institusi, misalnya untuk penggabunggan berbagai peta, membentuk satuan bentuk lahan, Overlay ppeta pada studi erosi, dsb.
Data yang mempresentasikan dunia nyata (real word) dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan. Seperti pada ilustrasi gambar “dunia nyata” (Colo, 2000). Pada awal periode 1970-an telah dikembangkan sistem secara khusus dibuat untuk menangani masalah informasi yang berdefernsi geografii dalam berbagai cara dan bentuk, dengan permasalahan yang meliputi, antara lain : (a) Pengorganisasian data dan informasi,
(b) menempatkan informasi pada lokasi tertentu,
(c) melakukan komputasi, memberikan ilustrasi hubungan satu sama lainya,
beserta analisis spasial lainya secara umum sistem – sistem yang menangani masalah tersebut di atas disebut Sistem Informasi Geografis (SIG)

Definisi SIG senantiasa berkembang, selain itu SIG merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru berikut 5 definisi SIG yang merupakan sebagian kecil dari definisi SIG yang telah beredar di berbagai pustaka.
  1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasiakan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data – data yang berhubungan dengan posisi – posisi dii permukaan bumi (Rice, 2000)
  2. SIG adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data manusia, organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi – informasi mengenai daerah – daerah di muka bumi (Chrismant,1997)
  3. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengiintrogasi, dan menganalisa informasi – informasi yang berhubungan dengan muka bumi (Demara,1997)
  4. SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisa, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun non – spasial. SIG mengkombinasikan kekuatan perangkat lunak basis data relasional dan paket perangkat lunak (Guo,2000)
  5. SIG adalah kombinasi perangak keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola, menganalisa, memetakan informasi spasial berikut atributnya dengan akuras kartografi (basic,2000)
Menurut Gistut 1994 Kompponen SIG meliputi
  1. Perangkat keras: komputer, mouse, digitizer, printer, plotter, dan scanner
  2. Perangkat lunak: SIG merupakan sistem perangat lunak yang tersusun secara modular dimana basis data memegang peranan penting.
Perangkat lunak yang dikembangkan untuk SIG meliputi dua bagian yaitu:
  1. paket inti yang digunakan untuk pemetaan dasar dan manajemen data
  2. Paket aplikasi yang terintegrasi dengan paket inti untuk menjalankan pemetaan khusus
Bebarapa perangkat lunak yang telah berdar di pasaran antara lain:
1. IDRIS versi 4.1 (for DOS)
2. Mapinfo versi 4.0 (for windows)
Sedangkan untuk pemilihan perangkat lunak Sig sangat bergantung pada beberapa faktor termasuk tujuan aplikasi, biaya pembelian dan pemeliharaan, kesiapan dan kemampuan personil pengguna dan agen perangkat lunak yang bersangkutan. WGIAC (wyoming geographic information advisory council) membuat standart umum sebagai berikut (Wgiac,2000):
  1. Sistem informasi: berbasis UNIX (X Windows) atau Windows (Win 98, Win03, WinNT)
  2. Model data spasial: raster dan vektor, namun dengan prioritas tinggi pada model data spasial vektor.
  3. Basisdata: bila menggunakan basisdata relasional,harus sesuai dengan standart SQL (FIPS 127-2). Sebagaimana dideskripsiskan di dalam sistem manajemen, basisdata untuk standart multiuser. Bila tidak menggunakan basisdata relasional, maka basisdata tersebut harus mampu melakukan eksport atau import ke dalam basis data rellasional (SQL).
  4. Data dan Informasi geografis: SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan secara tidak langsung atau dengan mengimportnya dari perangkat lunak SIG lainya.
  5. Manajemen: Suatu proyek GIS akan berhasil bila dimage dengan baik dan dikerjakan oleh orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan




Jumat, 06 November 2009

ARTIKEL TENTANG GEOGRAFI

Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gĂȘ ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").

Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subyek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).

Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

Sejarah Geografi

Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi sebagai ilmu dan filosofi, dengan pemikir utamanya Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai; contoh pertamanya adalah Hanno sang Navigator dari Carthaginia dan satu lagi dari Laut Erythraea, keduanya selamat di laut menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan Teluk Persi.

Pada Zaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalanan Marco Polo, geografi menyebar ke seluruh Eropa. Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan 17 banyak perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detil yang lebih akurat. Geographia Generalis oleh Bernhardus Varenius dan peta dunia Gerardus Mercator adalah contoh terbesar.

Setelah abad ke-18 geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas di Eropa (terutama di Paris dan Berlin), tetapi tidak di Inggris dimana geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain. Salah satu karya besar zaman ini adalah Kosmos: sketsa deskripsi fisik Alam Semesta, oleh Alexander vom Humboldt.

Selama lebih dari dua abad kuantitas pengetahuan dan perangkat pembantu banyak ditemukan. Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan geologi dan botani, juga ekonomi, sosiologi dan demografi.

Di barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase utama: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif dan geografi kritis.

Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Penganut fanatik deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter, Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Hipotesis terkenalnya adalah "iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas" dan "banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas". Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa). Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer kontemporer, dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond).

Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan oleh Richard Hartshorne.

Revolusi kuantitatif adalah usaha geografi untuk mengukuhkan dirinya sebagai ilmu (sains), pada masa kebangkitan interes pada sains setelah peluncuran Sputnik. Revolusioner kuantitatif, sering disebut "kadet angkasa", menyatakan bahwa kegunaan geografi adalah untuk menguji kesepakatan umum tentang pengaturan keruangan suatu fenomena. Mereka mengadopsi filosofi positifisme dari ilmu alam dan dengan menggunakan matematika - terutama statistika - sebagai cara untuk menguji hipotesis. Revolusi kuantitatif merupakan landasan utama pengembangan Sistem Informasi Geografis.

Walaupun pendekatan positifisme dan pos-positifisme tetap menjadi hal yang penting dalam geografi, tetapi kemudian geografi kritis muncul sebagai kritik atas positifisme. Yang pertama adalah munculnya geografi manusia. Dengan latar belakang filosofi eksistensialisme dan fenomenologi, ahli geografi manusia (seperti Yi-Fu Tuan) memfokuskan pada peran manusia dan hubungannya dengan tempat. Pengaruh lainnya adalah geografi marxis, yang menerapkan teori sosial Karl Marx dan pengikutnya pada geografi fenomena. David Harvey dan Richard Peet merupakan geografer marxis yang terkenal. Geografi feminis, seperti pada namanya, menggunakan ide dari feminisme pada konteks geografis. Arus terakhir dari geografi kritis adalah geografi pos-modernis, yang mengambil ide teori pos-modernis dan pos-strukturalis untuk menjelajahi konstruksi sosial dari hubungan keruangan.

Metode

Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.

Geografer menggunakan empat pendekatan:

  • Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
  • Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
  • Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
  • Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Cabang

Geografi fisik

Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi, menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.

Topik terkait: atmosfer - kepulauan - benua - gurun - pulau - bentuk muka bumi - samudera - laut - sungai - danau - ekologi - iklim - tanah - geomorfologi - biogeografi - garis waktu geografi, paleontologi - paleogeografi - hidrologi.

Geografi manusia

Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik), geografi sosial (termasuk geografi kota), geografi feminisme dan geografi militer.

Topik terkait: Negara-negara di dunia - negara - bangsa - negara bagian - perkumpulan individu - provinsi - kabupaten - kota - kecamatan

Geografi manusia-lingkungan

Selama masa determinisme lingkungan, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan lingkungannya berinteraksi. walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan antar manusia dengan alam. Terdapat dua bidang pada geografi manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dam penelitian risiko-bencana.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Cabang Geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan pada sekitar tahun 1980-an oleh para Geografiwan Eropa, terutama dari Nederland. Saat kerjasama Universitas antar kedua negara dilakukan, sejumlah ahli Geografi asal Belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM. Hasilnya adalah lahirnya program studi baru bernama Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah dan sekarang lebih dikenal dengan Program Studi Pengembangan Wilayah.

Sebelum berdiri menjadi disiplin tersendiri yang memadukan Ilmu Geografi dengan Ilmu Perencanaan Wilayah, proyek ini dikenal dengan nama Rural and Regional Development Planning (RRDP).

Ekologi budaya dan politik

Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini. Ekologi poltik bangkit ketika beberapa geografer menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia. Misalnya, studi yang berpengaruh oleh Micahel Watts berpendapat bahwa kelaparan di Sahel disebabkan oleh perubahan sistem politik dan ekonomi di wilayah itu sebagai hasil dari kolonialisme dan menyebarnya praktek kapitalisme.

Penelitian risiko-bencana

Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal dataran banjir yang mudah terkena bencana. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia dan masyarakat menghadapinya.

[sunting] Geografi sejarah

Cabang ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.

Ada apa dibalik nama? Geografi sejarah dan kampus Berkeley

"Geografi Sejarah" tentu saja merupakan akibat timbal-balik dari geografi dan sejarah. Tetapi di Amerika Serikat, mempunyai arti yang yang lebih spesifik. Nama ini dikenalkan oleh Carl Ortwin Sauer dari Universitas California, Berkeley dengan programnya me-reorganisir geografi budaya (beberapa orang menyebutkan semua geografi) pada semua wilayah, dimulai pada awal abad ke-20.

Bagi Sauer, muka bumi dan budaya di atasnya hanya bisa dipahami jika mempelajari semua pengaruhnya (fisik, budaya, ekonomi, politik, lingkungan) menurut sejarah. Sauer menekankan kajian wilayah sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kekhususan pada wilayah di atas bumi.

Filosofi Sauer merupakan pembentuk utama pemikiran geografi di Amerika pada pertengahan abad ke-20. Sampai sekarang kajian wilayah masih menjadi bagian departemen geografi di kampus-kampus di AS. Tetapi banyak geografer beranggapan ini akan membahayakan ilmu geografi itu sendiri untuk jangka panjang: penyebabnya adalah terlalu banyak pengumpulan data dan klasifikasi, sementara analisis dan penjelasannya terlalu sedikit. Studi ini menjadi lebih spesifik pada wilayah sementara geografer angkatan berikutnya berusaha mencari nama yang tepat untuk ini. Mungkin ini yang menyebabkan krisis 1950-an pada geografi yang hampir menghancurkannya sebagai disiplin akademis.

[sunting] Teknik Geografis

[sunting] Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh merupakan terjemahan dari istilah remote sensing, adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra. Pengertian 'tanpa kontak langsung' di sini dapat diartikan secara sempit dan luas. Secara sempit berarti bahwa memang tidak ada kontak antara objek dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman. Secara luas berarti bahwa kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas 'ground truth', yaitu pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang lebih tinggi.

Pada awalnya penginderaan jauh kurang dipandang sebagai bagian dari geografi, dibandingkan kartografi. Meskipun demikian, lambat laun disadari bahwa penginderaan jauh merupakan satu-satunya alat utama dalam geografi yang mampu memberikan synoptic overview --pandangan secara ringkas namun menyeluruh-- atas suatu wilayah sebagai titik tolak kajian lebih lanjut. Penginderaan jauh juga mampu menghasilkan berbagai macam informasi keruangan dalam konteks ekologis dan kewilayahan yang menjadi ciri kajian geografis. Di samping itu, dari sisi persentasenya, pendidikan penginderaan jauh di Amerika Serikat, Australia dan Eropa lebih banyak diberikan oleh bidang ilmu (departemen, 'school' atau fakultas) geografi.

Dari segi metode yang digunakan, dikenal metode penginderaan jauh manual atau visual dan metode penginderaan jauh digital. Penginderaan jauh manual memanfaatkan citra tercetak atau 'hardcopy' (foto udara, citra hasil pemindaian skaner di pesawat udara maupun satelit) melalui analisis dan interpretasi secara manual/visua]. Penginderaan jauh digital menggunakan citra dalam format digital, misalnya hasil pemotretan kamera digital, hasil pemindaian foto udara yang sudha tercetak, dan hasil pemindaian oleh sensor satelit, dan menganalisisnya dengan bantuan komputer. Baik metode manual maupun digital menghasilkan peta dan laporan. Peta hasil metode manual dapat dikonversi menjadi peta tematik digital melalui proses digitisasi (sering diistilahkan digitasi). Metode manual kadangkala juga dilakukan dengan bantuan komputer, yaitu melalui proses interpretasi di layar monitor (on-screen digitisation), yang langsung menurunkan peta digital. Metode analisis citra digital menurunkan peta tematik digital secara langsung. Peta-peta digital tersebutd dapat di-'lay out' dan dicetak untuk menjadi produk kartografis (disebut basis dat kartografis), namun dapat pula menjaid masukan (input) dalam suatu sistem informasi geografis sebagai basis data geografis. Peta-peta itu untuk selanjutnya menjaid titik toak para geografiwan dalam menjalankan kajian geografinya.

[sunting] Kartografi

Kartografi mempelajari representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.

Kartografi berkembang dari kumpulan teknik menggambar menjadi bagian sebuah ilmu. Seorang kartografer harus memahami psikologi kognitif dan ergonomi untuk membuat simbol apa yang cocok untuk mewakili informasi tentang bumi yang bisa dimengerti orang lain secara efektif, dan psikologi perilaku untuk mempengaruhi pembaca memahami informasi yang dibuatnya. Mereka juga harus belajar geodesi dan matematika yang tidak sederhana untuk memahami bagaimana bentuk bumi berpengaruh pada penyimpangan atau distorsi dari proses proyeksi ke bidang datar.

[sunting] Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis membahas masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara informasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu geografi lainnya, spesialis SIG harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SIG memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software) SIG.

[sunting] Metode kuantitatif geografi

Metode kuantitatif geografi membahas metode numerik yang khas (atau paling tidak yang banyak ditemukan) dalam geografi. Sebagai tambahan pada analisis keruangan, anda mungkin akan menemukan analisis klaster, analisis diskriminan dan uji statistik non-parametris pada studi geografi.

[sunting] Bidang Terkait

[sunting] Perencanaan Kota dan Wilayah

Perencanaan kota dan wilayah menggunakan ilmu geografi untuk membantu mempelajari bagaimana membangun (atau tidak membangun) suatu lahan menurut kriteria tertentu, misalnya keamanan, keindahan, kesempatan ekonomi, perlindungan cagar alam tau cagar budaya, dsb. Perencanaan kota, baik kota kecil maupun kota besar, atau perencanaan pedesaan mungkin bisa dianggap sebagai geografi terapan walau mungkin terlihat lebih banyak seni dan pelajaran sejarah. Beberapa masalah yang dihadapi para perencana wilayah diantaranya adalah eksodus masyarakat desa dan kota dan Pertumbuhan Pintar (Smart Growth).

[sunting] Ilmu Wilayah

Pada tahun 1950-an, gerakan ilmu wilayah muncul, dipimpin oleh Walter Isard untuk menghasilkan lebih banyak dasar kuantitatif dan analitis pada masalah geografi, sebagai tanggapan atas pendekatan kualitatif pada program geografi tradisional. Ilmu wilayah berisi pengetahuan bagaimana dimensi keruangan menjadi peran penting, seperti ekonomi regional, pengelolaan sumber daya, teori lokasi, perencanaan kota dan wilayah, transportasi dan komunikasi, geografi manusia, persebaran populasi, ekologi muka bumi dan kualitas lingkungan.

Pendidikan Tinggi Geografi

Di Indonesia, perguruan tinggi yang membuka program studi Geografi sebagai ilmu murni hanya dua perguruan tinggi negeri (Universitas Indonesia (UI) dan UGM (Universitas Gadjah Mada) dan satu perguruan tinggi swasta (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Sedangkan program studi Pendidikan Geografi ada di 45 perguruan tinggi.

UGM, Geografi telah berkembang lebih jauh sehingga menjadi Fakultas tersendiri sejak tahun 1963, yaitu Fakultas Geografi. Saat ini telah mempunyai jenjang pendidikan tinggi dari D3 (diploma) Penginderaan Jauh dan SIG, S1, S2 dan S3. Fakultas Geografi UGM juga mempelajari ilmu Perencanaan dan Pengembangan wilayah.


Di UI, Geografi menjadi jurusan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Geografi dipelajari sebagai bagian terapan ilmu-ilmu murni sejajar dengan Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Fakultas Geografi UMS didirikan oleh sejumlah alumni dan dosen Fakultas Geografi UGM. Para Alumni Pendidikan Tinggi Geografi kemudian membentuk sebuah asosiasi profesi yang disebut dengan Ikatan Geografiwan Indonesia (IGI). Disamping itu, dalam wadah yang lebih sempit, para Geografiwan dari UGM juga mempunyai wadah Ikatan Geografiwan Universitas Gadjah Mada (disingkat IGEGAMA).

Bakosurtanal, salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) berkumpul banyak alumni Geografi, baik dari UI, UGM maupun UMS.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas